Jumat, 10 Mei 2013

jangan beranggapan miras dan minol sebagai lifestyle remaja

REMAJA-adalah anak muda yang rentan terhadap sesuatu hal. Terkadang akan mengarah kepada yang baik dan terkadang pula mengarah kepada sesuatu hal yang buruk yang mereka anggap itu adalah sebuah kebenaran yang harus dibenarkan. Padahal hal itu akan berdampak buruk pada dirinya. Seperti kata seorang musisi yang mengatakan "Masa muda adalah masa yang berapi-api". Bukan bearti menyiayiakan masa muda untuk berbuat sesukanya dengan membuat rusak tubuh sendiri.

Siapa yang tidak kenal dengan barang yang sering di sebut dengan kata "MIRAS" alias minuman keras. Sebuah kata yang menjadi biasa dikalangan anak muda di zaman apapun itu. Banyak pemakai yang ketahuan menggunakan miras ini. Miras dan Minol(Minuman Alkohol) ini masuk ke dalam kategori zak adiktif, Menurut data dari BNN sudah ada sekitar 2 juta (tahun 2005), 3,3 juta (tahun 2008) dan 5 juta (tahun 2011), ini menjadi hal yang mengejutkan melihat Indonesia menjadi rumah yang nyaman untuk melakukan transaksi obat-obatan terlarang. Ingat! kematian akan menjemputmu sedikit demi sedikit jika terus membinasakan diri dengan miras dan minol tersebut.

Tidak bisa dipungkiri, miras dan minol mudah sekali didapatkan. Bahkan mereka yang ingin bertransaksi harus secara tertutup untuk mendapatkannya di sebuah sudut kota. Lifestyle, mengkomsumsi barang haram seperti itu bukanlah gaya hidup yang baik. 

Ada beberapa hal yang menjadi sumber kerentanan remaja :
1. Coba-coba atau lebih bisa dibilang untuk memenuhi keinginan akan sesuatu yang baru. Hal inilah yang bisa membuat seseorang mendapatkan sesuatu yang baru pertama sekali yang efeknya belum terlalu tinggi. Tapi ketika ia tidak mencoba lagi maka sesuatu yang ia coba menjadi kebutuhan yang harus dipenuhi sebagai lifestyle anak muda.

2. Untuk mengatasi atau melupakan sebuah masalah yang ada. Tidak bisa dipungkiri ketika seseorang yang tertangkap mengkomsumsi miras dan minol hingga ia tidak sadarkan diri, dan ketika sadar maka pengakuannya ialah ia mempunyai sebuah masalah pribadi. Baik itu masalah dengan kekasihnya, temannya atau keluarganya. Ingat! Permasalahan tidak akan selesai hanya dengan merasakan tiap tegukan miras dan minol! 

3. Pengaruh temah atau untuk memfasilitasi 'kesetiakawanan' atau memberi 'arti sosial' tertentu ('jagoan', 'kompak', cool, dan lain-lain). Nah, ini yang paling banyak. Karena mereka yang mengkomsumsi miras dan minol terkadang tidak 1 atau 2 orang, akan tetapi sampai berkelompok. Mereka juga mengatakan jika nggak meminum maka seseorang itu bukan bagian dari kita atau tiada rasa berkawan. Ini kembali lagi ke pribadimu sendiri.

Remaja yang keren ini bukanlah remaja yang mudah terpengaruh dengan zak adiktif atau dalam bentuk apapun itu. Setelah undang-undang narkoba UU No 35 Tahun 2009. Kini harus ada undang-undang yang mengatur tentang miras dan minol ini.

Miras & Minol no lifestyle remaja.
Baca Selanjutnya Sahabat >>

Selasa, 09 April 2013

BEM UNRI Demo Rumah Dinas Gubri


TUNTUT MUNDUR DARI JABATAN
BEM UNRI Demo Rumah Dinas Gubri
Selasa, 09 April 2013 - 12:22:06 WIB
PEKANBARU-Rumah dinas Gubernur Riau di Jalan Dipoenegoro, Pekanbaru menjadi sasaran demonstrasi ratusan mahasiswa yang digerakkan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Riau, Selasa (9/4/13). Mereka menuntut Rusli Zainal mundur dari jabatannya karena telah nyata belitan kasus korupsi melibatkan orang nomor satu di Riau ini.

Tak hanya itu, para demonstran yang datang menggunakan bus ini juga berorasi meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Rusli Zainal. Mereka juga meminta Rusli keluar dari dalam rumahnya dan menemui mereka.

"Kita minta Rusli Zainal turun dari jabatanya. Kita tidak mau Riau dipimpin sang koruptor," kata Yopi Pranoto, kordinator aksi ini, Selasa (9/4/2013).

Karena dihadang Satpol PP dan petugas kepolisian, para pendemo hanya bisa berorasi di depan pagar rumah ini. Spanduk-spanduk berisi kecaman mereka terhadap Rusli Zainal dibentang hingga menarik perhatian warga yang melintas.

Tak hanya itu, para pendemo juga menyebut Rusli sebagai dalang korupsi PON Riau. Mereka menilai, bila Rusli ditangkap KPK, maka pejabat-pejabat lain, termasuk yang ada di Pusat akan terungkap juga.

''Rusli Zainal tak pantas menjadi Datuk Setia Amanah," tukas Yopi lagi. (Yud)


Baca Selanjutnya Sahabat >>

Senin, 08 April 2013

PSPS Kecewa Bupati Kampar Tak Penuhi Janji


5 BULAN TAK GAJIAN
PSPS Kecewa Bupati Kampar Tak Penuhi Janji
Senin, 08 April 2013 - 12:35:25 WIB
BANGKINANG- Kekecewaan klub Sepak Bola PSPS, makin mendalam dengan janji dan sikap Bupati Kampar H. Jefri Noer, yang sudah tidak komitmen lagi dengan pembicaraan semula.

Demikian hal ini diutarakan Menejer PSPS Boy Sambirin, Senin (07/4). Ia menyebutkan, semula kita berharap dengan di bawanya PSPS ke Kabupaten Kampar,  dapat mengembalikan kondisi PSPS yang terpuruk." Ternyata setelah di bawa ke Kampar, PSPS makin terpuruk saja,"ujarnya.

Selain itu Boy juga menyebutkan, kekecewaan pemain juga terlihat dengan kata-kata Bupati didepan para pemain, sehingga membuat pemain tidak semangat lagi. " Masakan didepan anak-anak, Bupati mengatakan harus menang dulu baru dibayar gajinya, "ungkapnya.

Untuk saat ini, saja gaji pemain PSPS sudah hampir 5 bulan tidak dibayar, dan mereka berharap bisa di bayarkan sebulan saja dulu. Namun hal itu tidak bisa juga untuk direalisasikannya. "Bagaimana pula (Bupati )Jefri, berjanji minta mendatangkan pemain baru. Sedangkan masalah gaji saja tidak tertanggulangi,"tuturnya.

Boy juga mengatakan, Jefri Noer saat memboyong Kabupaten Kampar, pernah menyebutkan agar PSPS bisa di peringkat tiga. Dan ia berjanji akan membantu segala fasilitas keuangan yang diperlukan PSPS. Dan kita akui juga pernah diberikan batuan, pada saat diboyong. "Tetapi setelah itu tidak ada lagi, jadi sekarang janji tinggal janji saja, "jelasnya.

Dengan hal sekarang ini, kata Boy. Kemungkinan  akan ada rapat internal, untuk mencari rumah PSPS yang baru. Kalau tetap di Kampar, nantinya tidak akan tahu bagaimana nasib PSPS kedepannya. "Untuk itu masalah ini, akan dirapatkan dengan Direktur PSPS,  mengenai nasib PSPS apakah akan tetap di Kampar atau dipindahkan. Karena kalau tetap,  janjinya Bupati sama sekali tidak terealisasi, "sebutnya. (Aul)

Baca Selanjutnya Sahabat >>

KPK Periksa Presdir PT Chevon Terkait Suap PON


Senin, 08 April 2013 - 12:13:40 WIB
JAKARTA-Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pemeriksaan terhadap saksi terkait kasus dugaan suap pembahasan Perda PON Riau, Presiden Direktur PT Chevron Pasific Indonesia (CPI), Hamid Batubara, Senin (8/4/13).

Seharusnya KPK menggelar pemeriksaan bos Chevron ini pada 3 April 2013 lalu. Namun Abdul Hamid tidak datang. Namun baru pagi ini Hamid datang memenuhi panggilan pemeriksaan penyidik ini.

"Pemeriksaan kepada Direktur PT Chevron ini sebagai saksi untuk tersangka Rusli Zainal. Namun sebenarnya hari ini tidak ada jadwalnya untuk pemeriksaannya," kata juru bicara KPK Johan Budi, Senin (8/4/13) di Jakarta.

Sementara Kabag Pemberitaan KPK Priharsa Nugraha membenarkan jika Hamid tidak ada dijadwal pemeriksaan. Namun kedatangan Hamid kali ini untuk memenuhi panggilan pemeriksaan sebelumnya yang tidak dihadiri.

Saat Hamid tiba di gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, dia tampak terburu-buru dan menolak untuk diwawancarai terlebih dahulu sebelum masuk ke dalam gedung.  "Nanti yah," kata Hamid sesaat saat tiba di Gedung KPK. (Bams)

Baca Selanjutnya Sahabat >>

Berkas Kasus Togel segera Dilimpahkan


Senin, 08 April 2013 - 12:03:05 WIB
PEKANBARU - Berkas kasus perkara judi jenis toto gelap (Togel) dengan tersangka DS (43) akan dilimpahkan ke kejaksaan. Berkas acara pemeriksaan tersangka sudah final.

"Untuk tersangka DS dalam kasus judi togel sudah siap. Kita akan segera melimpahkan berkas tersebut ke Kejaksaan Negeri Pekanbaru," ujar Kasat Reskrim Polrestal Pekanbaru, Kompol Arief Fajar Satria, Minggu (7/4/13).

Arief mengatakan, hingga kini pihaknya masih menetapkan DS sebagai tersangka. Namun begitu, tidak menutup kemungkinan akan ada penambahan tersangka baru. "Kasus masih terus dikembangkan," ucapnya.

Menurut Arief, pihaknya masih mengejar suami tersangka yang diduga otak dari bisnis haram tersebut. "Suami tersangka masih buron," tambahnya. Akibat perbuatannya, DS dijerat pasal 303 KUHPidana. Ancaman hukuman lima tahun penjara. (Mg3)

Sumber Berita : http://www.halloriau.com/read-hukrim-33766-2013-04-08-berkas-kasus-togel-segera-dilimpahkan.html
Baca Selanjutnya Sahabat >>

Jumat, 05 April 2013

Pembunuh Pemilik Toko Sembako Mulai Terkuak


KASUS PEMBUNUH TJIN BOE
Pembunuh Pemilik Toko Sembako Mulai Terkuak
Jumat, 05 April 2013 - 19:39:39 WIB
*Tesangka Pembunuh Tjin Boe
Polisi Mulai Temukan Titik Terang


SELATPANJANG � Jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Tebingtinggi mulai menemukan titik terang menyangkut identitas tersangka pembunuh Tjin Boe alias Aphe (50), pedagang toko sembako di Pasar Sandang Pangan Selatpanjang, Rabu kemarin. Dari keterangan sejumlah saksi, diduga kuat pelaku pembunuhan lebih dari dua orang.



Panit Reskrim, Ipda Suhartono Yakub, saat dikonfirmasi, Jumat (5/4/2013) petang mengaku pihaknya sudah mendapatkan titik terang, saat ini penyelidikan yang dilakukan sudah mengarah kepada identitas tersangka.



"Ya, berdasarkan keterangan para saksi, penyelidikan yang kami lakukan sudah mengarah kepada identitas tersangka. Dari keterangan para saksi tersebut, diduga kuat pelaku berjumlah lebih dari dua orang," kata Suhartono.



Ditanya kemungkinan keberadaan para pelaku, Suhartono meyakini saat ini sudah tidak berada di Kota Selatpanjang. "Sudah tidak di Kota Selatpanjang, namun kemungkinan besar masih berada dalam wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti. Tunggu saja nanti setelah tertangkap saya 87 (informasikan)," ujarnya.



Seperti diberitakan sebelumnya, Tjin Boe, warga tionghoa jalan Merdeka Nomor 57 Kelurahan Selatpanjang Barat, ditemukan oleh isterinya, Winarmi, dalam kondisi berlumuran darah saat korban akan membuka toko sembako miliknya di Pasar Sandang Pangan Selatpanjang, Rabu (3/4/2013) dini hari sekira pukul 03.40 Wib.



Melihat kondisi tersebut, isteri korban lantas berteriak meminta pertolongan kepada warga sekitar, hingga laporan kejadian itu sampai ke pihak Kepolisian Sektor Tebingtinggi. Selanjutnya, korban dibawa ke Rumah Sakit.



"Kondisinya luka parah, pada bagian kepala sebelah kanan terdapat tiga lobang. Leher sebelah kiri tepat dibawah telinga mengeluarkan darah, dan leher sebelah kiri itu juga mengalami luka berlobang. Saat akan dibawa ke RSUD, korban tidak tertolong lagi dan akhirnya meninggal dunia," ungkap Panit Reskrim, Ipda Suhartono Yakub.



Di tempat kejadian perkara (TKP), Suhartono menjelaskan pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan beberapa petunjuk barang bukti. Penyidik juga sudah memintakan Visum Et Revertum (VER) oleh pihak RSUD terhadap korban. "Sementara ini anggota masih melaksanakan pengembangan atas kejadian tersebut," tutupnya. (Sus)


Sumber Berita  :  http://www.halloriau.com/read-hukrim-33737-2013-04-05-pembunuh-pemilik-toko-sembako-mulai-terkuak.html
Baca Selanjutnya Sahabat >>

BNK akan Test Urine Pegawai


Jumat, 05 April 2013 - 19:19:54 WIB
TELUK KUANTAN - Salah satu program kerja yang akan dilaksanakan Badan Narkotkika ( BNK ) Kuansing tahun 2013 ini yakni test urine kepada para pegawai.

Menurut Ketua BNK Kuansing, Drs H Zulkifli, M.Si melalui Sekretaris BNK Wim Jefrizal, SH, MH , belum lama ini, test urine kepada para pegawai, baik PNS maupun pegawai tidak tetap untuk mengetahui  sejauh mana para pegawai bebas dari penggunaan Nakortika.

Namun karena kegiatan ini cukup penting, katanya tentu saja jadwal test urine tidak dapat diumumkan, yang jelas test urinie bagi pegawai akan dilaksanakan, bisa saja secara menyelruh atau dengan cara mengambil sampel.

Kegiatan serupa kan juga sering dilakukan BNK lain seluruh Indonesia, karena sifat nya untuk mengetahui penggunaan Narkotika tentu saja rahasia jadwalnya, Wim yang juga Kabag Hukum Setda Kuansing itu.
Dalam rangka tes urine ini ujarnya, fihaknya akan bekerjasama dengan lembaga-lembaga terkait yang memang profesional dalam tes urine ini.

Selain test urine bagi pegawai ujarnya, kegiatan lain yakni gerak jalan santai sehat yang biasanya dilaksanakan sempena peringatan Hari Anti Narkoba pada bulan Juni. "Ini agenda yang rutin dilaksanakan oleh BNK Kuansing dengan melibatkan seluruh elemen termasuk pelajar," ujarnya.

Dalam gerak jalan santai ini tidak hanya dalam rangka menyehatkan raga menurutnya juga dalam rangka sosialisasi kepada peserta gerak jalan santai agar terbebas dari pengaruh narkotika. "Tentu saja ada agena-agenda lain yang akan dilaksanakan seperti turnamen ataua sosialisasi kepada berbagai elemen masyarakat," pungkasnya. (Idi)

Sumber Berita : 
Baca Selanjutnya Sahabat >>

Sidang Ditunda, Terdakwa Dipasangi Oksigen


KORUPSI ALAT MULTIMEDIA
Sidang Ditunda, Terdakwa Dipasangi Oksigen
Jumat, 05 April 2013 - 19:00:55 WIB
PEKANBARU - Majelis hakim Pengadilan Tipikor Pekanbaru yang dipimpin I Ketut Suarta SH menolak nota keberatan (eksepsi) terdakwa, Maskur. Hakim menyatakan dakwaan jaksa telah memenuhi syarat materil dan formil untuk terus dilanjutkan.

Sidang terdakwa korupsi anggaran proyek pengadaan alat sistem pembelajaran multi media tingkat SD, SMP, SMA sederajat di Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bengkalis ini dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi-saksi.

"Dakwaan sudah memenuhi unsur pidana, tidak ada alasan majelis hakim menyatakan dakwaan jaksa tidak bisa diterima. Dakwaan sah dijadikan untuk dasar pemeriksaan selanjutnya," ujar Ketut di persidangan, Jumat (5/4).

Selanjutnya, hakim mempersilahkan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Sri Odit Megonondo SH dan Edy Sugandi SH mendatangkan saksi. Rencananya, kemarin ada 9 saksi yang didatangkan jaksa ke persidangan.

Pada terdakwa, majelis hakim mempertanyakan apakah masih sangguh atau tidak melanjutkan persidangan. Dengan napas terengah-engah dan meringis menahan sakit, terdakwa memandang penasehat hukumnya dan selanjutnya mengatakan "tidak". "Karena kondisi terdakwa, sidang kita tunda satu pekan ke depan," tutur Ketut.

Terdakwa lalu beranjak dari tempat duduknya menuju bangku pengunjung. Di sana telah menunggu keluarga terdakwa dengan tabung oksigen yang selalu dibawa sejak awal persidangan.

Terdakwa langsung memasangkan selang oksigen ke hidungnya sambil beberapa kali menarik napas. Melihat hal itu, ketua hakim mempersilahkan terdakwa meninggalkan tempat. "Saudara disilahkan untuk beristirahat," ucapnya.

Kasus berawal ketika Pemkab Bengkalis melalui Disdikpora Bengkalis pada Juni-Desember 2005 melakukan terobosan di dunia pendidikan dengan mengadakan sistem pembalajaran multi media. Dimana setiap kegiatan mengajar di sekolah menggunakan sebuah kaset yang sudah tersistem materi pendidikan seperti fisika, matematika dan kimia.

Sebagai pendukung, Disdikpora berencana mengadakan alat pembantu seperti komputer sebanyak 100 set dan alat peraga 100 set untuk mendukung memori atau data berbentuk kaset yang akan diinstal dalam komputer.

Dalam proyek ini, Kepala Disdikpora Bengkalis, Hasraf Sahili memerintah Ketua Lelang Proyek, Maskur memenangkan PT Sumber Rezeki Abadi. Selain itu, pengangkatan Maskur sebagai ketua lelang tidak berdasarkan spesifikasi yang dimilikinya.

Dalam perjalanan, pengadaan alat sistem pembelajaran multi media selesai tapi alat-alat yang diadakan tidak sesuai kontrak pengadaan. CD program mata pelajaran tidak bisa diinstal ke komputer karena tidak asli. 

Berdasarkan audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), negara telah dirugikan senilai Rp2,5 miliar lebih. Ketiga terdakwa dijerat dengan pasal 2 ayat 1 dan pasal 3 junto pasal 18 Undang-Undang (UU) No 31/1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU No.20/2001 tentang pemberantasan korupsi junto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. (Lin)
Baca Selanjutnya Sahabat >>

Kamis, 04 April 2013

Menhut Kagum Petani Mangrove Binaan RAPP Bisa Bikin Sirup


INDOGREEN FORESTRY EXPO 2013
Menhut Kagum Petani Mangrove Binaan RAPP Bisa Bikin Sirup
Kamis, 04 April 2013 - 16:28:05 WIB
Menteri Kehutanan ( dari kanan) didampingi Presdir PT RAPP Kusnan Rahmin dan Ketua kepompok tani Desa Penyengat, Sungai Api, Kehong
TERKAIT:
JAKARTA - Bertempat di Jakarta Convention Center, Kamis (4/4) Menteri Kehutanan, Zulkifli Hasan membuka secar resmi Indogreen Forestry Expo 2013. Pameran expo yang mengambil tema potensi kehutanan berbasis lingkungan ini diikuti sejumlah perusahaan migas dan perusahaan yang bergerak dibidang kehutanan.

Indogreen Expo sendiri digelar untuk menyuarakan gerakan penghijauan di seluruh Indonesia, dengan basis beberapa daerah yang selama ini memiliki hutan dan kawasan penyangga gambut serta kawasan Hutan Tanaman Industri (HTI). Kegiatan yang berlangsung hingga 7 April ini diikuti sejumlah perusahaan multinasional dan beberapa instansi pemerintahan.

Dalam kesempatan itu, Zulkifli berharap peranan stake holder terkait terutama perusahaan kehutanan seperti PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) bisa menjadi mentor gerakan Indonesia hijau ini. Memang katanya, tahun 2010 lalu beberapa perusahaan kehutanan sempat tergoncang dengan keputusan moratorium izin kehutanan.

Tetapi menurutnya, hal itu dilakukan bukanlah untuk mematikan usaha perusahaan kehutanan, melainkan untuk menata kembali kawasan-kawasan yang dianggap penting untuk diselamatkan, seperti kawasan penyangga air. Oleh sebab itu, Zulkifli mendukung upaya dari berbagai pihak termasuk PT RAPP yang berkomitmen dalam penyelamatan hutan ini.

Selain perusahaan kehutanan, Zulkifli juga mengingatkan perusahaan yang bergerak dibidang minyak dan gas (migas), untuk ikut mendukug Indogreen Forestry ini, khususnya rehabilitasi kawasan pasca tambang. " Saya ingatkan juga kepada perusahaan migas, untuk melakukan penataan kawasan atau Rehabilitasi Pasca Tambang (RPT)," tandasnya.

Usai pembukaan, Menhut meninjau sejumlah stand peserta, salah satunya stand PT Riau Andalan Pulp And Paper (RAPP), perusahaan bubur kertas kelas dunia yang saat ini berbasis di Kabupaten, Pelalawan Riau. 

Kedatangan Menteri yang berasal dari Partai Amanat Nasional (PAN) itu, disambut langsung Presiden Direktur Utama PT RAPP, Kusnan Rahmin dan sejumlah staf. Menhut sempat melihat beberapa produk turunan yang dihasilkan masyarakat dari program binaan PT RAPP.

Selain mendapat penjelasan secara umum tentang program pelestarian lingkungan yang dijalankan PT RAPP, Menhut juga langsung dipertemukan dengan Kehong (50), Ketua Kelompok Tani Mangrove, Desa penyengat, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak.

Kepada sang Menteri, Kehong tak sungkan melayangkan pujian terhadap program binaan yang dilakukan RAPP, salah satunya dengan program penghijauan diwilayah pesisir desa penyengat. Menurutnya, Desa yang memiliki luas 54 ribu hektare, seluas 3 ribu hektare sudah ditanami mangrove.

Keputusan untuk menanam mangrove sendiri katanya, dilatar belakangi oleh kondisi pesisir Desa Penyengat yang mengalami abrasi besar, dimana ombak perairan penyengat kerap mengikis wilayah daratan dan mengancam keberadaan lahan pertanian warga.

"Dengan adanya bantuan PT RAPP inilah, sejak 2010 lalu saya dibantu dengan 15 anggota kelompok tani lainnya, bahu membahu menanam mangrove diseluruh wilayah pesisir Desa Penyengat. Kalau ini tidak kami lakukan, luas daratan desa kami terus mengalami penyusutan," ujar kepada Menhut. 

Saat ini katanya, kelompok tani Desa penyengat sudah berhasil menanam sekitar 10 ribu bibit mangrove, sehingga masyarakat setempat tidak perlu khawatir lagi lahan pertanian mereka tidak amblas lagi digerus air ombak.

Lebih dari itu katanya, kini kelompok tani khusus penanam mangrove juga tengah mengembangkan industri turunan dari bahan baku mangrove. Seperti pembuatan syrup berbahan baku mangrove. " Kami dibantu perusahaan untuk mengen]mbangkan turunan mangrove ini pak Menteri, salah satunya sirup yang dipajang sekarang," ujarnya seraya menunjuk produk yang dimaksud.

Tak pelak, penjelasan Kehong ini mendapat apresiasi dari Menhut. ia menilai kolaborasi masyarakat Desa penyengat dan PT RAPP telah berhasil menghasilkan produk turunan yang dianggap sangat inovatif.   

"Kegiatan seperti ini sangat inovatif, perusahaan sangat peduli dengan masyarakat dan masyarakat juga mau bekerjasama dengan perusahaan untuk melestarikan lingkungan. Saya berharap kegiatan yang seperti ini bisa lebih ditingkatkan," ujar Zulkifli.

Ditempat yang sama, Presiden Dirut PT RAPP Kusnan Rahmin menyambut baik digelarnya Indogreen Forestry Expo ini. Karena pameran program penghijauan ini juga dipandang  sebagai jawaban atas kritik sejumlah pihak terutama NGO asing yang selalu mendiskreditkan perusahaan kehutanan sebagai perusak lingkungan.

"Pameran ini sebagai ajang pemberian pemahaman masyarakat terutama NGO yang selama ini kritis menyuarakan deforestasi pembabatan hutan, karena dalam pameren inilah bisa dilihat apa sebenarnya yang dilakukan perusahaan, misalnya untuk program CSR, kita membantu masyarakat dalam hal edukasi dan menjaga lingkungan. Untuk kawasan penyangga, kita juga punya kawasan khusus untuk satwa liar dan daertah resapan air," pungkasnya.

mengaku bangga dengan hasil program yang dijalankan perusahaannya itu dengan masyarakat. Katanya, program itu merupakan cerminan kepedulian perusahaan terhadap masyarakat dan lingkungan diwilayah operasi PT RAPP.

Tidak hanya dibidang lingkungan, saat ini katanya PT RAPP melalui program CSR tengah membantu masyarakat dibeberapa daerah di Riau untuk bisa menciptakan lapangan pekerjaan dengan kemampuan diri. "Kita mengadakan pelatihan-pelatihan seperti montir, las fabrikasi, agar masyarakat yang menganggur memiliki skil dan bisa bekerja dengan layak," tukasnya.

Selain itu, PT RAPP kata Kusnan lagi juga tengah gencar memberikan bantuan biaya pendidikan melalui beasiswa kepada pelajar dan mahasiswa berprestasi di Indonesia. Dalam pameran ini, PT RAPP juga menampilkan beberapa kerajinan masyarakat seperti Batik Bono, Madu Sialang dan Sirup Pedada.(ian)  
Baca Selanjutnya Sahabat >>
 

Copyright 2012 Ahmad Saadillah Seo Saadillah Ahmad Saadillah | Blogger Templates